Sumpah Pemuda Jadi Tameng Generasi Indonesia, Senkom Siak Tanamkan Semangat Bela Negara

Dengan menanamkan semangat persatuan, bela negara, karakter luhur, serta kemandirian, generasi muda Kabupaten Siak diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah dan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia yang maju menuju 2045.

 0
Sumpah Pemuda Jadi Tameng Generasi Indonesia, Senkom Siak Tanamkan Semangat Bela Negara
Sumpah Pemuda Jadi Tameng Generasi Indonesia, Senkom Siak Tanamkan Semangat Bela Negara
Sumpah Pemuda Jadi Tameng Generasi Indonesia, Senkom Siak Tanamkan Semangat Bela Negara
Sumpah Pemuda Jadi Tameng Generasi Indonesia, Senkom Siak Tanamkan Semangat Bela Negara
Sumpah Pemuda Jadi Tameng Generasi Indonesia, Senkom Siak Tanamkan Semangat Bela Negara
Sumpah Pemuda Jadi Tameng Generasi Indonesia, Senkom Siak Tanamkan Semangat Bela Negara
Sumpah Pemuda Jadi Tameng Generasi Indonesia, Senkom Siak Tanamkan Semangat Bela Negara

SIAK, RIAU — Semangat Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menanamkan nilai-nilai bela negara, dan membangun karakter generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Pesan tersebut disampaikan Urif De Kentes dari Bidang Pemuda dan Olahraga Senkom Mitra Polri Kabupaten Siak dalam kegiatan Sumpah Pemuda Indonesia: Generasi Siak Sukses Menuju Indonesia Emas 2045 di Taman Wisata Embung Terpadu, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, pada 24 Oktober 2026.

Dalam pemaparannya, Urif mengapresiasi semangat dan kontribusi Remaja Masjid PRABU (Perawang Buatan) yang dinilainya menunjukkan optimisme dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan positif merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi untuk mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Kami mengapresiasi dan bangga bisa hadir di sini. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, masih ada generasi muda yang memiliki semangat dan optimisme menuju Indonesia Emas 2045. Mereka juga berupaya menyatukan visi dan misi melalui kegiatan yang bermanfaat,” ungkap Urif.

Urif menjelaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengaruh pergaulan, derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, hingga penyebaran informasi yang belum tentu benar. Karena itu, ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, memperkuat literasi digital, serta menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar diperingati setiap tahun. Persatuan dan kepedulian terhadap sesama perlu diperkuat untuk mencegah pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, perjudian, provokasi, serta paham yang dapat memecah belah masyarakat.

“Dengan semangat Sumpah Pemuda, kita memperkuat persatuan sekaligus membentengi diri dari pengaruh negatif. Generasi muda perlu memiliki ketahanan diri, tidak mudah terprovokasi, serta berani menolak narkoba dan perjudian,” tambahnya.

Menurutnya, bela negara tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pertahanan, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari, seperti menaati hukum, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja secara bertanggung jawab, dan berkontribusi bagi lingkungan.

Lebih lanjut, Urif mengajak generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Ia menilai bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang baik.

“Kita sebagai generasi Indonesia harus terus memupuk semangat cinta Tanah Air, menjaga persatuan dan kesatuan, serta berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045. Upaya ini perlu dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membentuk pribadi yang jujur, pekerja keras, mampu bekerja sama, dan memiliki semangat kemandirian. Dalam pandangannya, nilai-nilai keagamaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi landasan moral untuk menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Pembentukan karakter harus dimulai dari diri sendiri. Kita perlu memberikan teladan melalui kejujuran, kerja keras, kemandirian, dan kemampuan bekerja sama. Dengan begitu, generasi setelah kita dapat melihat contoh nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutupnya.

Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi keluarga, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, komunitas keagamaan, dan masyarakat dalam membina generasi muda.

Peringatan Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui pembiasaan perilaku positif, peningkatan pengetahuan, pengembangan keterampilan, dan partisipasi sosial.

Dengan menanamkan semangat persatuan, bela negara, karakter luhur, serta kemandirian, generasi muda Kabupaten Siak diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah dan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia yang maju menuju 2045. (Tes)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0